Madura
Beranda » Heboh Forum MBG Minta Tarikan Ratusan Ribu ke Mitra, Mitra Dapur Curiga Ada Permainan

Heboh Forum MBG Minta Tarikan Ratusan Ribu ke Mitra, Mitra Dapur Curiga Ada Permainan

Ilustrasi program MBG
Toreh.co – Pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diprakarsai oleh Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD Gemas) di Pendopo Pratanu Pemkab Bangkalan memicu polemik.
Penarikan dana sebesar Rp 350 ribu yang dibebankan kepada pihak mitra dianggap tidak lazim dan membuat kejelasan penggunaannya dipertanyakan.
Acara yang berlangsung pada Rabu (23/9) tersebut diklaim berorientasi mempererat kolaborasi serta sinergitas antara pengelola dapur MBG dengan Satgas MBG Kabupaten Bangkalan.
Latar belakang itulah yang dijadikan pijakan oleh HMD Gemas dalam mengundang para mitra dapur MBG sembari memungut iuran pembiayaan forum.
Meski demikian, langkah tersebut tidak sepenuhnya disetujui para peserta. Salah satu perwakilan dapur mitra yang enggan diungkap identitasnya menilai ada kejanggalan pada gelaran kegiatan tersebut.
Bahkan di beberapa grup internal mitra, tersebar imbauan agar pihak mitra maupun yayasan menahan pembayaran Rp 350 ribu tersebut hingga diperoleh transparansi serta klarifikasi peruntukannya.
Sebab, Badan Gizi Nasional (BGN) tidak pernah menerbitkan instruksi resmi yang mewajibkan pihak mitra atau yayasan membayar iuran semacam itu. Atas dasar tersebut, ia memilih menolak membayar.
”Jika dikalkulasikan dari jumlah peserta yang hadir, iuran tersebut berpotensi terkumpul Rp 45,85 juta,” tuturnya.
Di sisi lain, Sekretaris HMD Gemas, H Subaidi, menegaskan bahwa hadirnya wadah ini bertujuan mengevaluasi jalannya program MBG di lapangan.
Di samping itu, forum ini dimaksudkan memberi pembekalan bagi mitra maupun yayasan supaya lebih cermat saat mengoperasikan program agar terhindar dari permasalahan.
Atas alasan itu, panitia mengundang Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya guna memaparkan alur kerja SPPG.
”Maka dari itu, kami hadirkan KPPG agar mitra tahu bagaimana SOP (standar operasional prosedur) yang benar,” klaimnya.
Lebih detail ia memaparkan, terdapat 131 kepala SPPG yang mendatangi forum tersebut, sedangkan sejumlah mitra lainnya berhalangan hadir.
Terkait pungutan Rp 350 ribu, Subaidi membenarkan adanya iuran yang ditarik dari mitra khusus untuk menyokong operasional acara.
Ia beralasan, penarikan dana itu murni hasil permufakatan bersama dalam rangka menopang kelancaran forum.
Menurutnya, agenda ini tak lain demi membenahi dan meningkatkan tata kelola MBG di Kota Salak.
”Kami tidak punya biaya, setelah rapat dengan teman-teman mitra sepakat untuk sumbangan,” paparnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bangkalan, Moch. Fauzan Ja’far, mengutarakan dukungannya terhadap keberadaan HMD Gemas.
Bagi dirinya, forum diskusi ini sangat krusial guna mengurai pelbagai problematika yang kerap dihadapi pengelola SPPG.
Pimpinan nomor dua di Pemkab Bangkalan ini menekankan agar insiden keracunan yang menimpa penerima manfaat (PM) jangan sampai terulang kembali.
”Semoga forum ini bisa memperbaiki tata kelola program MBG di Kota Salak,” harapnya.

Berita Terkait