Olahraga
Beranda » Golkar Cup di Batur Ramai, Dampak Ekonomi UMKM Perlu Dijaga

Golkar Cup di Batur Ramai, Dampak Ekonomi UMKM Perlu Dijaga

PROBOLINGGO, TOREH.CO — Final Golkar Cup 2026 di Lapangan Desa Batur, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, tidak hanya menyedot perhatian pencinta sepak bola. Ribuan warga yang datang juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lapangan.

Keramaian pada Minggu (20/9/2026) itu membuat pedagang makanan, minuman, dan berbagai kebutuhan penonton mendapatkan tambahan pembeli. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan olahraga dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi warga apabila mampu menarik massa dalam jumlah besar.

Ketua DPD Golkar Kabupaten Probolinggo Oka Mahendra Jati Kusuma mengatakan tingginya jumlah penonton menunjukkan sepak bola masih memiliki daya tarik kuat di masyarakat.

Indonesia Raih Emas Pertama Asian Games 2026 dari Beregu Putra Bulu Tangkis

“Final kemarin cukup meriah dan ramai. Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini menjadi hiburan bagi warga, sekaligus banyak UMKM yang terdongkrak,” kata Oka.

Namun, dampak ekonomi tersebut masih bergantung pada momentum pertandingan. Agar manfaatnya tidak berhenti ketika turnamen berakhir, kegiatan olahraga serupa perlu dirancang secara berkelanjutan dan memberi ruang lebih besar bagi pelaku usaha lokal.

Golkar Cup 2026 mempertandingkan dua kategori, yakni U-45 dan umum. Pada kategori U-45, KFC Legend menjadi juara pertama, disusul Gibol Jember di posisi kedua dan Trabas Situbondo di posisi ketiga.

Taisei Marukawa resmi ajukan proses naturalisasi usai 5 tahun merumput Indonesia

Adapun kategori umum dimenangi Putra KDS. Rival United berada di posisi kedua, sedangkan PS Batur menempati posisi ketiga.

Kepala Desa Batur mengatakan pelaksanaan turnamen membuat desanya ramai didatangi warga dari berbagai daerah. Kondisi itu dinilai memberikan peluang tambahan bagi pedagang di sekitar lapangan.

“Alhamdulillah, kami sangat senang Desa Batur dipercaya menjadi tempat pelaksanaan Golkar Cup. Masyarakat sangat antusias dan kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi UMKM,” ujarnya.

Menurut dia, keramaian tersebut dapat menjadi modal untuk mengembangkan kegiatan olahraga di Desa Batur. Ia berharap turnamen serupa dapat kembali digelar dengan peserta lebih banyak.

“Kami berharap Pak Oka berkenan mengadakan turnamen lagi di Batur, tentunya dengan konsep yang lebih meriah dan peserta yang lebih banyak,” katanya.

Selain aspek ekonomi, penyelenggaraan turnamen juga membuka ruang bagi komunitas sepak bola untuk berkompetisi. Oka mengatakan Golkar Cup diarahkan menjadi wadah bagi masyarakat yang memiliki minat terhadap sepak bola.

“Target kami bisa menjaring atau memberikan wadah bagi para penghobi dan penggemar sepak bola di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Menurut Oka, kegiatan olahraga juga dapat menjadi ruang interaksi antarkomunitas dan masyarakat. Karena itu, penyelenggaraan turnamen diharapkan tidak berhenti pada perebutan trofi, tetapi turut menjaga hubungan antarpemain dan komunitas.

“Harapan kami masyarakat dan peserta tetap kompak, menjaga kerukunan. Ini bisa menjadi ajang hiburan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” ujar Oka.(DM/AG)